Pemasangan Jaringan LAN
Aturan main dalam pemasangan jaringan LAN :
1.       Menguasai Instalasi Jaringan Dasar  itu sendiri
2.       Minimal ada 1 switch hub
3.       Pada saat instalasi harus perhatikan kerapihan dan kebersihan tempat kerja.
4.       Buatlah pengelompokan antar kabelnya.
5.       Buatlah penamaan pada kabel agar tidak kebingungan pada saat perbaikan.

Peralatan yg dibutuhkan dalam pemasangan jaringan LAN
1.       Dua atau lebih PC
2.       Network Card sesuai dg jumlah PC
3.       Kabel coaxial atau UTP
4.       Hub bila diperlukan
5.       Terminator
6.       T-Connector
7.       Kabel tray
8.       Wallplate
9.       Conduit
10.   Wall jack
11.   Biscuit jack

Cara pemasangan Jaringan LAN
1.       Sebelumnya anda harus mengetahui dahulu tipe jaringan yang ingin anda gunakan.untuk mengetahui tipe-tipe jaringan komputer silakan anda buka artike saya terdahulu Mengenal Macam-Macam Topologi Jaringan.
2.       Pasanglah kabel dan network card. Pemasangan kabel disesuaikan dengan topologi/tipe jaringan yang anda pilih sedangkan pemilihan network card disesuaikan dengan slot yang ada pada motherboard anda. Bila board anda punya slot PCI maka itu lebih baik karena LAN card berbasis PCI bus lebih cepat dalam transfer data.
3.       Bila anda menggunakan tipe bus maka pada masing-masing komputer harus anda pasang T-Connector yang memiliki dua input. Dan pada komputer yang hanya mendapat 1 input pada input kedua harus dipasang terminator kecuali bila anda membuat jaringan berbentuk circle(lingkaran) dimana semua komputer mendapat 2 input. Misalnya komp1,komp2,komp3 berjajar maka t-conncector pada komp1 dipasang terminator dan kabel ke komp2. Pada komp2 dipasang kabel dr komp1 dan kabel ke komp3. Sedangkan komp3 dipasang kabel dr komp2 dan terminator.
4.       Bila anda memilih tipe star maka masing-masing kabel dari komputer dimasukkan ke dalam port yang tersedia di hub. Dan bila anda ingin menghubungkan hub ini ke hub lainnya anda gunakan kabel UTP yang dimasukkan ke port khusus yang ada pada masing-masing hub.



Langkah selanjutnya dadalah sebagai berikut :
1.       Pilih Sistem Operasi yang sesuai, Mis : Windows atau Linux
2.       Persiapkan Komputer Server yang memadai, sesuai dengan jumlah klien.
3.       Pilih Jenis Jaringan, Mis: Jaringan Kabel atau Wireless.

Alat – Alat yang dibutuhkan dalam membuat jaringan LAN :
1.    PC Server
2.    OS(OperatingSystem)
3.    Lan Card (untuk jaringan kabel) atau Card WLAN (U/ Wireless)
4.    Kabel UTP Cat 5 (u/ jaringan Kabel)
5.    Acces point (untuk jaringan wireless)
6.    Switch atau hub (untuk jaringan kabel)


Kerapihan dan pengelompokkan dalam pemasangan jaringan LAN
1.       Kelompokkan kabel berdasarkan jenisnya.
2.       Agar lebih rapih pasang kabel tray
3.       Agar lebih repih pasang walljack
4.       Agar lebih rapih pasang  wiring closet
5.       Agar lebih rapih pasang wallplate
6.       Agar lebih rapih pasang biscuit jack
7.       Agar lebih rapih pasang conduit
Perawatan pemasangan jaringan lan
1.       Lakukan perawatan minimak 3 bulan sekali
2.       Hati-hati dalam melakukan perawatan
3.       Ikuti langkah-lankgah perwatan dg baik benar
4.       Bersihkan ruangan agar terhindar dari debu dan kotoran yang menempel pada device –device.

5.       Jika ada yang rusak,analisis dulu kerusakannya,jika kerusakanna tidak terlalu parah maka perbaikilah tapi jika tidak ganti piranti tersebut.

PENGERTIAN IP ADDRESS PADA SEBUAH JARINGAN KOMPUTER


. Ada dua metode yang untuk pengalamatan  komputer dalam sebuah protokol TCP/IP, yaitu :
  1. Static IP Addressing
  2. Dynamic IP Addressing (DHCP)
IP Address bilangan biner yang secara unik mengidentifikasi komputer dan perangkat lain pada 
TCP / IP network. Terdapat dua jenis Ip address yaitu ip address private yang digunakan pada jaringan area lokal (LAN) dan ip address publik yang digunakan di Internet.
    jika nomor IP termasuk dalam salah satu dari alamat rentang IP disediakan untuk penggunaan pribadi oleh kelompok standar Internet. Ini kisaran alamat IP pribadi ada:
10.0.0.0 melalui 10.255.255.255
169.254.0.0 melalui 169.254.255.255
172.16.0.0 melalui 172.31.255.255
192.168.0.0 melalui 192.168.255.255
Perangkat dengan alamat IP private tidak dapat terhubung langsung ke Internet. Demikian juga, komputer di luar jaringan lokal tidak dapat terhubung langsung ke perangkat dengan IP pribadi. Sebaliknya, akses ke perangkat tersebut harus ditengahi oleh router atau serupa perangkat yang mendukung Network Address Translation (NAT) . NAT menyembunyikan nomor IP pribadi tetapi secara selektif dapat mentransfer pesan ke perangkat ini, memberi lapisan keamanan untuk jaringan lokal.
Selain ip address Publik dan private (pribadi) terdapat jenis ip address dinamis dan static, maksudnya ip dinamis adalah ip adress yang dapat berbuah – ubah sedangkan ip address static tidak akan berubah ubah. Berikut penjelasan ipaddress static dan ip address dinamis. 
      Penjelasan ip address dinamis !
IP address dinamis bersifat sementara dan berubah setiap kali komputer mengakses Internet. IP address dinamis, pada dasarnya di ambil dari kumpulan alamat IP yang dibagi di antara berbagai komputer dan sudah ditetapkan sebelumnya sistem ini biasanya di tangani oleh sistem DHCP. Karena sejumlah alamat IP statis banyak yang tersedia, banyak ISP menyisihkan sebagian dari alamat yang ditugaskan untuk berbagi di antara pelanggan mereka dengan cara ini. Hal ini akan menurunkan biaya dan memungkinkan mereka untuk melayani pelanggan jauh lebih banyak dari pada menggunakan ip static.
          

Pembagian Kelas IP Address
   Jumlah IP address yang tersedia secara teoritis adalah 255.255.255.255 atau sekitar 4 milyar lebih yang harus dibagikan ke seluruh pengguna jaringan internet di seluruh dunia.
IP Address dapat dipisahkan menjadi 2 bagian, yakni bagian network (net ID) dan bagian host (host ID). Net ID berperan dalam identifikasi suatu network dari network yang lain, sedangkan host ID berperan untuk identifikasi host dalam suatu network. Jadi, seluruh host yang tersambung dalam jaringan yang sama memiliki net ID yang sama. Sebagian dari bit-bit bagian awal dari IP Address merupakan network bit/network number, sedangkan sisanya untuk host. Garis pemisah antara bagian network dan host tidak tetap, bergantung kepada kelas network. IP address dibagi ke dalam lima kelas, yaitu kelas A, kelas B, kelas C, kelas D dan kelas E.
  erbedaan tiap kelas adalah pada ukuran dan jumlahnya. Contohnya IP kelas A dipakai oleh sedikit jaringan namun jumlah host yang dapat ditampung oleh tiap jaringan sangat besar. Kelas D dan E tidak digunakan secara umum, kelas D digunakan bagi jaringan multicast dan kelas E untuk keprluan eksperimental. Perangkat lunak Internet Protocol menentukan pembagian jenis kelas ini dengan menguji beberapa bit pertama dari IP Address. Penentuan kelas ini dilakukan dengan cara berikut :

Bit pertama IP address kelas A adalah 0, dengan panjang net ID 8 bit dan panjang host ID 24 bit. Jadi byte pertama IP address kelas A mempunyai range dari 0-127. Jadi pada kelas A terdapat 127 network dengan tiap network dapat menampung sekitar 16 juta host (255x255x255). IP address kelas A diberikan untuk jaringan dengan jumlah host yang sangat besar, IP kelas ini dapat dilukiskan pada gambar berikut ini:

contoh :
a) Kelas A
IP address kelas A terdiri atas 8 bit untuk network ID dan sisanya 24 bit digunakan untuk host ID, sehingga IP address kelas A digunakan untuk jaringan dengan jumlah host sangat besar. Pada bit pertama diberikan angka 0 sampai dengan 127.

Karakteristik IP Kelas A
Format : 0NNNNNNN.HHHHHHHH.HHHHHHHH.HHHHHHHH
Bit pertama : 0
NetworkID : 8 bit
HostID : 24 bit
Oktat pertama : 0 – 127
Jumlah network : 126 (untuk 0 dan 127 dicadangkan)
Rentang IP : 1.x.x.x – 126.x.x.x
Jumlah IP address : 16.777.214

Contoh
IP address 120.31.45.18 maka :
·           NetworkID = 120
·           HostID = 31.45.18
Jadi, IP diatas mempunyai host dengan nomor 31.45.18 pada jaringan 120
 b) Kelas B
IP address kelas B terdiri atas 16 bit untuk network ID dan sisanya 16 bit digunakan untuk host ID, sehingga IP address kelas B digunakan untuk jaringan dengan jumlah host tidak terlalu besar. Pada 2 bit pertama, diberikan angka 10.

Karakteristik IP Kelas B
Format : 10NNNNNN. NNNNNNNN.HHHHHHHH.HHHHHHHH
Bit pertama : 10
NetworkID : 16 bit
HostID : 16 bit
Oktat pertama : 128 – 191
Jumlah network : 16.384
Rentang IP : 128.1.x.x – 191.255.x.x
Jumlah IP address : 65.534

Contoh
IP address 150.70.60.56 maka :
·           NetworkID = 150.70
·           HostID = 60.56
Jadi, IP diatas mempunyai host dengan nomor 60.56 pada jaringan 150.70


c) Kelas C
IP address kelas C terdiri atas 24 bit untuk network ID dan sisanya 8 bit digunakan untuk host ID, sehingga IP address kelas C digunakan untuk jaringan berukuran kecil. Kelas C biasanya digunakan untuk jaringan Local Area Network atau LAN. Pada 3 bit pertama, diberikan angka 110.

Karakteristik IP Kelas C
Format : 110NNNNN.NNNNNNNN. NNNNNNNN.HHHHHHHH
Bit pertama : 110
NetworkID : 24 bit
HostID : 8 bit
Oktat pertama : 192 – 223
Jumlah network : 2.097.152
Rentang IP : 192.0.0.x – 223.255.225.x
Jumlah IP address : 254

Contoh
IP address 192.168.1.1 maka :
·           NetworkID = 192.168.1
·           HostID = 1
Jadi, IP diatas mempunyai host dengan nomor 1 pada jaringan 192.168.1

Kelas IP address lainnya adalah D dan E, namun kelas IP D dan E tersebut tidak digunakan untuk alokasi IP secara normal tetapi digunakan untuk IP multicasting dan untuk eksperimental.

Tabel : Jumlah networkID dan hostID
Kelas
Antara
Jumlah jaringan
Jumlah Host Jaringan
A
1 s.d. 126
126
16.777.214
B
128 s.d. 191
16.384
65.534
C
192 s.d. 223
2.097.152
254
Tabel : Rentang IP address untuk setiap kelas
Kelas
Alamat Awal
Alamat Akhir
A
XXX.0.0.1
XXX.255.255.255
B
XXX.XXX.0.1
XXX.XXX.255.255
C
XXX.XXX.XXX.1
XXX.XXX.XXX.255




Perbedaan PC Server dan PC Stand alone


1.Beda Server dan PC

- Personal Computer atau komputer pribadi merupakan computer yang murah dan dibuat atau diproduksi secara banyak atau masal. Biasanya menggunakan DOS, Windows, atau system operasi yang sejenis. Komputer ini digunakan untuk aplikasi-aplikasi yang standar.
- Server merupakan komputer yang bertugas sebagai pusat controlling akses data dalam sebuah jaringan (Server-Client) misalnya LAN,W-LAN, dan lain-lain. Server bisa mengontrol semua akses PC Client.
Kesimpulannya adalah bahwa pada dasarnya, server dan PC merupakan sama-sama sebuah komputer, hanya saja fungsi, fitur, dan spesifikasi hardwarenya yang berbeda. Ilustrasinya, ketika beberapa PC akan melakukan pertukaran data, maka mereka bisa menaruh dan mengambil data tersebut di komputer server. Karena biasanya spesifikasi komputer server jauh lebih bagus dan besar daripada PC.

2.Spesifikasi Hardware untuk Server

Spesifikasi hardware yang biasa digunakan untuk server diantaranya adalah:
Motherboard
Processor
HardDisk
VGA Card
DDR PC3200
Casing
Aksesoris tambahan misalnya: Mouse, keyboard, cd-rom, floppy disk, dsb

Spesifikasi hardware Komputer Server untuk Networking : 
LINUX Server ( Ubuntu Server+Squid Proxy Server ) :

Prosesor Intel Dual Core (2.6 Ghz) TRAY
Mainboard ASUS P5 KPL AM-SE ( Astrindo )
Memory DDR2 V-gen 2 Gb
Harddisk 20 gb SCSI 2 buah ( 2nd dan tergantung stock )
Casing ATX E-Case + 2 FAN CPU
Ethernet/LAN Card tambahan 1 buah

Mikrotik OS :

Prosesor Intel Pentium 4 (2.4 Ghz) TRAY
Mainboard Amtron P4M945 LM4
Memory DDR2 V-gen 1 Gb
Harddisk Seagate/WDC/Maxtor 40Gb Type IDE
Casing ATX E-Case + 2 FAN CPU
Ethernet/LAN Card tambahan 1 buah
License Mikrotik OS Level 4

3. Beda Sistem Operasi Server dan PC

Sistem operasi jaringan atau sistem operasi komputer yang dipakai sebagai server dalam jaringan komputer hampir mirip dengan sistem operasi komputer stand alone (PC), bedanya hanya pada sistem operasi jaringan, salah satu komputer harus bertindak sebagai server bagi komputer lainnya. Sistem operasi dalam jaringan disamping berfungsi untuk mengelola sumber daya dirinya sendiri juga untuk mengelola sumber daya komputer lain yang tergabung dalam jaringan.
Sistem operasi harus diinstal ke dalam komputer agar dapat berfungsi dengan baik. Dalam instalasi sistem operasi jaringan terdapat beberapa mode pilihan yang disediakan yaitu berupa mode text dan mode grafik. Instalasi sistem operasi berbasis text merupakan salah satu mode instalasi sistem operasi komputer dengan tampilan text.
Mode text digunakan jika spesifikasi hardware komputer yang akan diinstal mempunyai spesifikasi yang rendah. Metode instalasi berbasis text akan mempercepat proses instalasi Metode instalasi sistem operasi berbasis text sering digunakan untuk mempercepat proses instalasi walaupun dengan tampilan yang kurang menyenangkan. Biasanya untuk spesifikasi komputer yang sederhana dibanding dengan sistem operasinya akan menggunakan metode berbasis text.

4.Contoh SO pada PC dan SO pada server

Contoh sistem operasi pada PC adalah : 
Sistem operasi-sistem operasi utama yang digunakan komputer sistem umum (termasuk PC, komputer personal) terbagi menjadi 3 kelompok besar:
1. Keluarga Microsoft Windows - yang antara lain terdiri dari Windows Desktop Environment (versi 1.x hingga versi 3.x), Windows 9x (Windows 95, 98, dan Windows ME), dan Windows NT (Windows NT 3.x, Windows NT 4.0, Windows 2000, Windows XP, Windows Server 2003, Windows Vista, Windows Server 2008, Windows 7 (Seven) yang dirilis pada tahun 2009, dan Windows 8 yang akan dirilis pada tahun 2012 atau lebih lambat)).
2. Keluarga Unix yang menggunakan antarmuka sistem operasi POSIX, seperti SCO UNIX, keluarga BSD (Berkeley Software Distribution), GNU/Linux, MacOS/X (berbasis kernel BSD yang dimodifikasi, dan dikenal dengan nama Darwin) dan GNU/Hurd.
3. Mac OS, adalah sistem operasi untuk komputer keluaran Apple yang biasa disebut Mac atau Macintosh. Sistem operasi yang terbaru adalah Mac OS X versi 10.6 (Snow Leopard). Musim panas 2011 direncanakan peluncuran versi 10.7 (Lion).
Contoh sistem operasi server adalah Windows NT 3.51, dan dilanjutkan dengan Windows NT 4.0. Saat ini sistem yang cukup populer adalah Windows 2000 Server dan Windows Server 2003, kemudian Sun Solaris, Unix, dan GNU/Linux.

5.Fitur-fitur SO yang ada di server tapi tidak ada di SO PC

Sebuah sistem operasi pada server merupakan perangkat lunak yang mengendalikan jaringan dan pesan (misalnya paket) lalulintas dan antrian, control akses oleh beberapa pengguna untuk jaringan sumber daya seperti file, dan untuk menyediakan fungsi-fungsi administrative tertentu, termasuk keamanan.
Bagian atas 5 lapisan dari OSI Reference Model memberikan fondasi yang banyak pada jaringan berbasis system operasi.
Fiturnya antara lain : Dukungan dasar untuk mendukung hardware port. Fitur keamanan seperti otentikasi, otorisasi, login pembatasan, dan control akses. Nama layanan dan layanan direktori. File, mencetak, penyimpanan data, backup, dan replikasi layanan. Akses remote. Sistem Manajemen. Administrasi jaringan dan audit peralatan antar muka grafis. Clustering Capabilities. Serta toleransi kesalahan dan ketersediaan tinggi.


Pemeliharaan  Perangkat  Lunak

1. 
Hidup dan matikan komputer sesuai prosedur yang benar. Pada sistem operasi Windows, lakukan selalu proses Shutdown sehingga saat menghidupkan kembali komputer tidak terjadi masalah dengan sistem operasi.
2. 
Gunakan program bantu anti virus. Dan secara berkala lakukan scanning terhadap file-file yang ada pada komputer sehingga kemungkinan keberadaan virus dapat terdeteksi lebih dini. Sebaiknya kurangi transfer dengan media disket.
3. 
 Lakukan backup data secara berkala. Hal ini berguna untuk menjaga kemanan data, mengurangi penggunaan kapasitas media penyimpan dan memudahkan pendistribusian data jika dibutuhkan.
4. 
   Untuk keamanan data gunakan selalu UPS dan Stavol agar jika sewaktu-waktu aliran listrik padam, masih ada cukup waktu untuk menyimpan pekerjaan lalu melakukan Shoot Down sesuai prosedur.
5. 
Lakukan penataan disk (hard disk drive) secara rutin. Karena seperti telah diuraikan di muka, proses hapus tulis pada media penyimpan (hard diskdrive), mengakibatkan susunan atau struktur file menjadi tidak teratur. Gunakan program bantu seperti Scandisk dan Defrag.
6. 
Sebaiknya tidak melakukan instalasi sistem aplikasi yang tidak dibutuhkan walaupun komputer masih mampu. Semakin padat sistem konfigurasi perangkat lunak pada sistem operasi, akan memperiambat kinerja komputer.

Software Perawatan Komputer
1. MSConfig
MSConfig merupakan program bawaan Windows yang bisa kita gunakan untuk menonaktifkan beberapa program yang berjalan saat startup. Karena program-program yang berjalan saat Windows startup, membuat waktu yang dibutuhkan komputer mejadi lama saat boot awal. Kita bisa mengakses msconfig lewat run dengan menekan tombol shortcut keyboard Win+R. Setelan jendela run tampil, dilanjut dengan mengetikkan msconfig. Maka akan tampil seperti gambar di bawah ini.


Kita lihat tampilan di atas, untuk menonaktifkan program yang berjalan saat startup kita tinggal membuang centang lalu klik Apply dan OK. Setelahnya akan tampil kotak dialog yang memerintahkan untuk me-restart komputer, kita pilih Restart atau Exit without restart jika kita akan me-restart-nya nanti. Disarankan agar menonaktifkan program yang kita tahu dan itu tidak penting untuk berjalan saat startup, jadi jika kita tidak tahu mending jangan dibuang tanda checklistnya. Gambar di atas ada beberapa yang penting yang saya biarkan berjalan saat startup. Inti dari penggunaan msconfig adalah untuk 
mempercepat startup komputer.


2. Revo Uninstaller


 Setelahkita mengatur startup, dilanjutkan dengan 
meng-uninstall program yang tidak penting atau bahkan yang tidak berguna sama sekali. Kita uninstall dengan Revo Uninstaller agar program yang kita uninstall secara bersih tidak meninggalkan jejak pada sistem registri.

Untuk pembahasan lebih detail tentang Revo Uninstaller, silahkan menuju postingan uninstall program dengan Revo Uninstaller. Disana saya jelaskan juga 
mengenai tutorial cara menggunakan Revo Uninstaller.


3. CCleaner

Langkah selanjutnya kita melakukan pembersihan file sampah dengan CCleaner. Jika ditinjau dari segi fungsi, software ini sangat penting keberadaanya pada sebuah komputer. Karaena CCleaner mampu membersihkan file temporary yang bisa 
mengacaukan komputer kita dan membersihkan registry key yang baru saja dihapus 
oleh Revo Uninstaller.

Disini kita tidak akan membahas CCleaner secara terperinci karena software ini tidak sulit untuk digunakan. Kita tinggal menekan tombol Analyze kemudian tekan Run Cleaner. Jika akan membersihkan registry, tinggal pindah tab Registry lalu tekan Scan for Issues dan bersihkan dengan menekan Fix selected issues.


4. Defraggler

Setelah semuanya selesai kita tinggal merapihkan, menata ruang hardisk agar file tertata dan tersusun berdekatan. Kita gunakan software Defraggler yang masih satu saudara dengan CCleaner. Saat kita melakukan defrag hardisk, hal ini tidak akan menghapus
fil-file kita, hanya menyusun agar file tertata dengan rapi. Karena saat tersusun dengan acak dan jarak antar-file semakin besar, maka proses akses file akan lambat.

Prosed defrag akan memakan waktu lumayan lama, tergantung dari besarnya file pada hardisk yang kita defrag.