SKINFA WARUNG TEKAJE
Istilah Istilah Dalam Ilmu Jaringan Internet
ISTILAH-ISTILAH DALAM ILMU JARINGAN KOMPUTER
1. BACKUP (KOMPUTER): Usaha untuk menggandakan suatu data apabila terjadi kerusakan pada data asli.
2. Basic Input OutPUT System (BIOS): Sekumpulan perintah dasar untuk mengelola input dan output pada komputer.
3. Basisdata (DATABASE): Kumpulan data yang tersusun menggunakan struktur tertentu.
4. Bug (Komputer): Salah satu bentuk kesalahan yang ditemukan dalam aplikasi ataupun perangkat keras.
5. CNAME (Canonical Name): rekaman DNS untuk menunjukkan alias dari suatu nama komputer di jaringan.
6. DHCP Ack: Pesan dari server ke client terkait persetujuan permintaan konfigurasi oleh user.
7. DHCP Discover: Pesan broadcast untuk memberitahu server DHCP bahwa client ini membutuhkan konfigurasi jaringan.
8. DHCP Offer: Pesan komunikasi DNS yang berisikan konfigurasi jaringan yang tersedia.
9. DHCP Request: Pesan komunikasi DNS untuk menentukan konfigurasi yang akan digunakan oleh komputer client.
10. Distro (LINUX): pendistribusian sistem operasi linux yang telah dimodifikasi atau
diberikan aplikasi aplikasi tambahan menurut kebutuhan umum,
perorangan,organisasi atupun perusahaan.
11. Domain Name System (DNS): Hirarki sistem penamaan terdistribusi untuk komputer, layanan atau sumber daya lainnya yang terhubung ke internet atau jaringan pribadi (private).
Aturan main dalam pemasangan jaringan LAN :
1.
Menguasai Instalasi Jaringan Dasar itu sendiri
2.
Minimal ada 1 switch hub
3.
Pada saat instalasi harus perhatikan kerapihan
dan kebersihan tempat kerja.
4.
Buatlah pengelompokan antar kabelnya.
5.
Buatlah penamaan pada kabel agar tidak
kebingungan pada saat perbaikan.
Peralatan yg dibutuhkan dalam pemasangan jaringan LAN
1.
Dua atau lebih PC
2.
Network Card sesuai dg
jumlah PC
3.
Kabel coaxial atau UTP
4.
Hub bila diperlukan
5.
Terminator
6.
T-Connector
7.
Kabel tray
8.
Wallplate
9.
Conduit
10.
Wall jack
11.
Biscuit jack
Cara pemasangan Jaringan LAN
1.
Sebelumnya anda harus mengetahui dahulu tipe jaringan
yang ingin anda gunakan.untuk mengetahui tipe-tipe jaringan komputer silakan
anda buka artike saya terdahulu Mengenal Macam-Macam Topologi Jaringan.
2.
Pasanglah kabel dan network
card. Pemasangan kabel disesuaikan dengan topologi/tipe jaringan yang anda
pilih sedangkan pemilihan network card disesuaikan dengan slot yang ada pada
motherboard anda. Bila board anda punya slot PCI maka itu lebih baik karena LAN
card berbasis PCI bus lebih cepat dalam transfer data.
3.
Bila anda menggunakan tipe
bus maka pada masing-masing komputer harus anda pasang T-Connector yang
memiliki dua input. Dan pada komputer yang hanya mendapat 1 input pada input
kedua harus dipasang terminator kecuali bila anda membuat jaringan berbentuk
circle(lingkaran) dimana semua komputer mendapat 2 input. Misalnya
komp1,komp2,komp3 berjajar maka t-conncector pada komp1 dipasang terminator dan
kabel ke komp2. Pada komp2 dipasang kabel dr komp1 dan kabel ke komp3.
Sedangkan komp3 dipasang kabel dr komp2 dan terminator.
4.
Bila anda memilih tipe star maka masing-masing kabel
dari komputer dimasukkan ke dalam port yang tersedia di hub. Dan bila anda
ingin menghubungkan hub ini ke hub lainnya anda gunakan kabel UTP yang
dimasukkan ke port khusus yang ada pada masing-masing hub.
Langkah selanjutnya dadalah sebagai berikut :
1.
Pilih Sistem Operasi yang sesuai, Mis : Windows atau
Linux
2.
Persiapkan Komputer Server yang memadai, sesuai dengan
jumlah klien.
3.
Pilih Jenis Jaringan, Mis: Jaringan Kabel atau
Wireless.
Alat –
Alat yang dibutuhkan dalam membuat jaringan LAN :
1. PC
Server
2. OS(OperatingSystem)
3. Lan
Card (untuk jaringan kabel) atau Card WLAN (U/ Wireless)
4. Kabel
UTP Cat 5 (u/ jaringan Kabel)
5. Acces
point (untuk jaringan wireless)
6. Switch atau
hub (untuk jaringan kabel)
Kerapihan dan pengelompokkan dalam pemasangan jaringan LAN
1.
Kelompokkan kabel berdasarkan jenisnya.
2.
Agar lebih rapih pasang kabel tray
3.
Agar lebih repih pasang walljack
4.
Agar lebih rapih pasang wiring closet
5.
Agar lebih rapih pasang wallplate
6.
Agar lebih rapih pasang biscuit jack
7.
Agar lebih rapih pasang conduit
Perawatan pemasangan jaringan lan
1.
Lakukan perawatan minimak 3 bulan sekali
2.
Hati-hati dalam melakukan perawatan
3.
Ikuti langkah-lankgah perwatan dg baik benar
4.
Bersihkan ruangan agar terhindar dari debu dan
kotoran yang menempel pada device –device.
5.
Jika ada yang rusak,analisis dulu kerusakannya,jika
kerusakanna tidak terlalu parah maka perbaikilah tapi jika tidak ganti piranti
tersebut.
PENGERTIAN IP ADDRESS PADA SEBUAH JARINGAN KOMPUTER
. Ada dua metode yang untuk pengalamatan
komputer dalam sebuah protokol TCP/IP, yaitu :
- Static
IP Addressing
- Dynamic IP Addressing (DHCP)
IP Address bilangan
biner yang secara unik mengidentifikasi komputer dan perangkat lain pada
TCP /
IP network. Terdapat dua
jenis Ip address yaitu ip address private yang digunakan pada jaringan area
lokal (LAN) dan ip address publik yang digunakan di Internet.
jika nomor
IP termasuk dalam salah satu dari alamat rentang IP disediakan untuk penggunaan
pribadi oleh kelompok standar Internet. Ini kisaran alamat IP pribadi ada:
10.0.0.0 melalui 10.255.255.255
169.254.0.0 melalui 169.254.255.255
172.16.0.0 melalui 172.31.255.255
192.168.0.0 melalui 192.168.255.255
Perangkat
dengan alamat IP private tidak dapat terhubung langsung ke Internet. Demikian
juga, komputer di luar jaringan lokal tidak dapat terhubung langsung ke
perangkat dengan IP pribadi. Sebaliknya, akses ke perangkat tersebut harus
ditengahi oleh router atau serupa perangkat yang mendukung Network Address
Translation (NAT) . NAT menyembunyikan nomor IP pribadi
tetapi secara selektif dapat mentransfer pesan ke perangkat ini, memberi
lapisan keamanan untuk jaringan lokal.
Selain ip
address Publik dan private (pribadi) terdapat jenis ip address dinamis dan
static, maksudnya ip dinamis adalah ip adress yang dapat berbuah – ubah
sedangkan ip address static tidak akan berubah ubah. Berikut penjelasan
ipaddress static dan ip address dinamis.
Penjelasan
ip address dinamis !
IP address
dinamis bersifat sementara dan berubah setiap kali komputer mengakses Internet.
IP address dinamis, pada dasarnya di ambil dari kumpulan alamat IP yang dibagi
di antara berbagai komputer dan sudah ditetapkan sebelumnya sistem ini biasanya
di tangani oleh sistem DHCP. Karena sejumlah alamat IP statis banyak yang
tersedia, banyak ISP menyisihkan sebagian dari alamat yang ditugaskan untuk
berbagi di antara pelanggan mereka dengan cara ini. Hal ini akan menurunkan
biaya dan memungkinkan mereka untuk melayani pelanggan jauh lebih banyak dari
pada menggunakan ip static.
Pembagian Kelas IP Address
Jumlah IP address yang tersedia secara teoritis adalah 255.255.255.255 atau sekitar 4 milyar lebih yang harus dibagikan ke seluruh pengguna jaringan internet di seluruh dunia.
IP Address dapat dipisahkan menjadi 2 bagian, yakni bagian network (net ID) dan bagian host (host ID). Net ID berperan dalam identifikasi suatu network dari network yang lain, sedangkan host ID berperan untuk identifikasi host dalam suatu network. Jadi, seluruh host yang tersambung dalam jaringan yang sama memiliki net ID yang sama. Sebagian dari bit-bit bagian awal dari IP Address merupakan network bit/network number, sedangkan sisanya untuk host. Garis pemisah antara bagian network dan host tidak tetap, bergantung kepada kelas network. IP address dibagi ke dalam lima kelas, yaitu kelas A, kelas B, kelas C, kelas D dan kelas E.
erbedaan tiap kelas adalah pada ukuran dan jumlahnya. Contohnya IP kelas A dipakai oleh sedikit jaringan namun jumlah host yang dapat ditampung oleh tiap jaringan sangat besar. Kelas D dan E tidak digunakan secara umum, kelas D digunakan bagi jaringan multicast dan kelas E untuk keprluan eksperimental. Perangkat lunak Internet Protocol menentukan pembagian jenis kelas ini dengan menguji beberapa bit pertama dari IP Address. Penentuan kelas ini dilakukan dengan cara berikut :
Bit pertama IP address kelas A adalah 0, dengan panjang net ID 8 bit dan panjang host ID 24 bit. Jadi byte pertama IP address kelas A mempunyai range dari 0-127. Jadi pada kelas A terdapat 127 network dengan tiap network dapat menampung sekitar 16 juta host (255x255x255). IP address kelas A diberikan untuk jaringan dengan jumlah host yang sangat besar, IP kelas ini dapat dilukiskan pada gambar berikut ini:
contoh :
a) Kelas A
IP address
kelas A terdiri
atas 8 bit untuk network ID dan sisanya 24 bit digunakan untuk host ID,
sehingga IP address kelas A digunakan untuk jaringan dengan jumlah host sangat
besar. Pada bit pertama diberikan angka 0 sampai dengan 127.
Karakteristik
IP Kelas A
Format :
0NNNNNNN.HHHHHHHH.HHHHHHHH.HHHHHHHH
Bit pertama
: 0
NetworkID :
8 bit
HostID : 24
bit
Oktat
pertama : 0 – 127
Jumlah
network : 126 (untuk 0 dan 127 dicadangkan)
Rentang IP :
1.x.x.x – 126.x.x.x
Jumlah IP
address : 16.777.214
Contoh
IP address
120.31.45.18 maka :
·
NetworkID = 120
·
HostID = 31.45.18
Jadi, IP
diatas mempunyai host dengan nomor 31.45.18 pada jaringan 120
IP address
kelas B terdiri atas
16 bit untuk network ID dan sisanya 16 bit digunakan untuk host ID, sehingga IP
address kelas B digunakan untuk jaringan dengan jumlah host tidak terlalu
besar. Pada 2 bit pertama, diberikan angka 10.
Karakteristik
IP Kelas B
Format :
10NNNNNN. NNNNNNNN.HHHHHHHH.HHHHHHHH
Bit pertama
: 10
NetworkID :
16 bit
HostID : 16
bit
Oktat
pertama : 128 – 191
Jumlah
network : 16.384
Rentang IP :
128.1.x.x – 191.255.x.x
Jumlah IP
address : 65.534
Contoh
IP address
150.70.60.56 maka :
·
NetworkID = 150.70
·
HostID = 60.56
Jadi, IP
diatas mempunyai host dengan nomor 60.56 pada jaringan 150.70
c) Kelas C
IP address
kelas C terdiri
atas 24 bit untuk network ID dan sisanya 8 bit digunakan untuk host ID,
sehingga IP address kelas C digunakan untuk jaringan berukuran kecil. Kelas C
biasanya digunakan untuk jaringan Local Area Network atau LAN. Pada 3
bit pertama, diberikan angka 110.
Karakteristik
IP Kelas C
Format :
110NNNNN.NNNNNNNN. NNNNNNNN.HHHHHHHH
Bit pertama
: 110
NetworkID :
24 bit
HostID : 8
bit
Oktat
pertama : 192 – 223
Jumlah
network : 2.097.152
Rentang IP :
192.0.0.x – 223.255.225.x
Jumlah IP
address : 254
Contoh
IP address
192.168.1.1 maka :
·
NetworkID = 192.168.1
·
HostID = 1
Jadi, IP
diatas mempunyai host dengan nomor 1 pada jaringan 192.168.1
Kelas IP
address lainnya adalah D dan E, namun kelas IP D dan E tersebut tidak digunakan
untuk alokasi IP secara normal tetapi digunakan untuk IP multicasting
dan untuk eksperimental.
Tabel : Jumlah networkID dan hostID
|
Kelas
|
Antara
|
Jumlah jaringan
|
Jumlah Host Jaringan
|
|
A
|
1 s.d. 126
|
126
|
16.777.214
|
|
B
|
128 s.d. 191
|
16.384
|
65.534
|
|
C
|
192 s.d. 223
|
2.097.152
|
254
|
Tabel : Rentang IP address untuk setiap kelas
|
Kelas
|
Alamat Awal
|
Alamat Akhir
|
|
A
|
XXX.0.0.1
|
XXX.255.255.255
|
|
B
|
XXX.XXX.0.1
|
XXX.XXX.255.255
|
|
C
|
XXX.XXX.XXX.1
|
XXX.XXX.XXX.255
|
Perbedaan PC Server dan PC Stand alone
1.Beda Server dan PC
- Personal Computer atau komputer pribadi merupakan computer yang murah dan dibuat atau diproduksi secara banyak atau masal. Biasanya menggunakan DOS, Windows, atau system operasi yang sejenis. Komputer ini digunakan untuk aplikasi-aplikasi yang standar.
- Server merupakan komputer yang bertugas sebagai pusat controlling akses data dalam sebuah jaringan (Server-Client) misalnya LAN,W-LAN, dan lain-lain. Server bisa mengontrol semua akses PC Client.
Kesimpulannya adalah bahwa pada dasarnya, server dan PC merupakan sama-sama sebuah komputer, hanya saja fungsi, fitur, dan spesifikasi hardwarenya yang berbeda. Ilustrasinya, ketika beberapa PC akan melakukan pertukaran data, maka mereka bisa menaruh dan mengambil data tersebut di komputer server. Karena biasanya spesifikasi komputer server jauh lebih bagus dan besar daripada PC.
2.Spesifikasi Hardware untuk Server
Spesifikasi hardware yang biasa digunakan untuk server diantaranya adalah:
Motherboard
Processor
HardDisk
VGA Card
DDR PC3200
Casing
Aksesoris tambahan misalnya: Mouse, keyboard, cd-rom, floppy disk, dsb
Spesifikasi hardware Komputer Server untuk Networking :
LINUX Server ( Ubuntu Server+Squid Proxy Server ) :
Prosesor Intel Dual Core (2.6 Ghz) TRAY
Mainboard ASUS P5 KPL AM-SE ( Astrindo )
Memory DDR2 V-gen 2 Gb
Harddisk 20 gb SCSI 2 buah ( 2nd dan tergantung stock )
Casing ATX E-Case + 2 FAN CPU
Ethernet/LAN Card tambahan 1 buah
Mikrotik OS :
Prosesor Intel Pentium 4 (2.4 Ghz) TRAY
Mainboard Amtron P4M945 LM4
Memory DDR2 V-gen 1 Gb
Harddisk Seagate/WDC/Maxtor 40Gb Type IDE
Casing ATX E-Case + 2 FAN CPU
Ethernet/LAN Card tambahan 1 buah
License Mikrotik OS Level 4
3. Beda Sistem Operasi Server dan PC
Sistem operasi jaringan atau sistem operasi komputer yang dipakai sebagai server dalam jaringan komputer hampir mirip dengan sistem operasi komputer stand alone (PC), bedanya hanya pada sistem operasi jaringan, salah satu komputer harus bertindak sebagai server bagi komputer lainnya. Sistem operasi dalam jaringan disamping berfungsi untuk mengelola sumber daya dirinya sendiri juga untuk mengelola sumber daya komputer lain yang tergabung dalam jaringan.
Sistem operasi harus diinstal ke dalam komputer agar dapat berfungsi dengan baik. Dalam instalasi sistem operasi jaringan terdapat beberapa mode pilihan yang disediakan yaitu berupa mode text dan mode grafik. Instalasi sistem operasi berbasis text merupakan salah satu mode instalasi sistem operasi komputer dengan tampilan text.
Mode text digunakan jika spesifikasi hardware komputer yang akan diinstal mempunyai spesifikasi yang rendah. Metode instalasi berbasis text akan mempercepat proses instalasi Metode instalasi sistem operasi berbasis text sering digunakan untuk mempercepat proses instalasi walaupun dengan tampilan yang kurang menyenangkan. Biasanya untuk spesifikasi komputer yang sederhana dibanding dengan sistem operasinya akan menggunakan metode berbasis text.
4.Contoh SO pada PC dan SO pada server
Contoh sistem operasi pada PC adalah :
Sistem operasi-sistem operasi utama yang digunakan komputer sistem umum (termasuk PC, komputer personal) terbagi menjadi 3 kelompok besar:
1. Keluarga Microsoft Windows - yang antara lain terdiri dari Windows Desktop Environment (versi 1.x hingga versi 3.x), Windows 9x (Windows 95, 98, dan Windows ME), dan Windows NT (Windows NT 3.x, Windows NT 4.0, Windows 2000, Windows XP, Windows Server 2003, Windows Vista, Windows Server 2008, Windows 7 (Seven) yang dirilis pada tahun 2009, dan Windows 8 yang akan dirilis pada tahun 2012 atau lebih lambat)).
2. Keluarga Unix yang menggunakan antarmuka sistem operasi POSIX, seperti SCO UNIX, keluarga BSD (Berkeley Software Distribution), GNU/Linux, MacOS/X (berbasis kernel BSD yang dimodifikasi, dan dikenal dengan nama Darwin) dan GNU/Hurd.
3. Mac OS, adalah sistem operasi untuk komputer keluaran Apple yang biasa disebut Mac atau Macintosh. Sistem operasi yang terbaru adalah Mac OS X versi 10.6 (Snow Leopard). Musim panas 2011 direncanakan peluncuran versi 10.7 (Lion).
Contoh sistem operasi server adalah Windows NT 3.51, dan dilanjutkan dengan Windows NT 4.0. Saat ini sistem yang cukup populer adalah Windows 2000 Server dan Windows Server 2003, kemudian Sun Solaris, Unix, dan GNU/Linux.
5.Fitur-fitur SO yang ada di server tapi tidak ada di SO PC
Sebuah sistem operasi pada server merupakan perangkat lunak yang mengendalikan jaringan dan pesan (misalnya paket) lalulintas dan antrian, control akses oleh beberapa pengguna untuk jaringan sumber daya seperti file, dan untuk menyediakan fungsi-fungsi administrative tertentu, termasuk keamanan.
Bagian atas 5 lapisan dari OSI Reference Model memberikan fondasi yang banyak pada jaringan berbasis system operasi.
Fiturnya antara lain : Dukungan dasar untuk mendukung hardware port. Fitur keamanan seperti otentikasi, otorisasi, login pembatasan, dan control akses. Nama layanan dan layanan direktori. File, mencetak, penyimpanan data, backup, dan replikasi layanan. Akses remote. Sistem Manajemen. Administrasi jaringan dan audit peralatan antar muka grafis. Clustering Capabilities. Serta toleransi kesalahan dan ketersediaan tinggi.
- Personal Computer atau komputer pribadi merupakan computer yang murah dan dibuat atau diproduksi secara banyak atau masal. Biasanya menggunakan DOS, Windows, atau system operasi yang sejenis. Komputer ini digunakan untuk aplikasi-aplikasi yang standar.
- Server merupakan komputer yang bertugas sebagai pusat controlling akses data dalam sebuah jaringan (Server-Client) misalnya LAN,W-LAN, dan lain-lain. Server bisa mengontrol semua akses PC Client.
Kesimpulannya adalah bahwa pada dasarnya, server dan PC merupakan sama-sama sebuah komputer, hanya saja fungsi, fitur, dan spesifikasi hardwarenya yang berbeda. Ilustrasinya, ketika beberapa PC akan melakukan pertukaran data, maka mereka bisa menaruh dan mengambil data tersebut di komputer server. Karena biasanya spesifikasi komputer server jauh lebih bagus dan besar daripada PC.
2.Spesifikasi Hardware untuk Server
Spesifikasi hardware yang biasa digunakan untuk server diantaranya adalah:
Motherboard
Processor
HardDisk
VGA Card
DDR PC3200
Casing
Aksesoris tambahan misalnya: Mouse, keyboard, cd-rom, floppy disk, dsb
Spesifikasi hardware Komputer Server untuk Networking :
LINUX Server ( Ubuntu Server+Squid Proxy Server ) :
Prosesor Intel Dual Core (2.6 Ghz) TRAY
Mainboard ASUS P5 KPL AM-SE ( Astrindo )
Memory DDR2 V-gen 2 Gb
Harddisk 20 gb SCSI 2 buah ( 2nd dan tergantung stock )
Casing ATX E-Case + 2 FAN CPU
Ethernet/LAN Card tambahan 1 buah
Mikrotik OS :
Prosesor Intel Pentium 4 (2.4 Ghz) TRAY
Mainboard Amtron P4M945 LM4
Memory DDR2 V-gen 1 Gb
Harddisk Seagate/WDC/Maxtor 40Gb Type IDE
Casing ATX E-Case + 2 FAN CPU
Ethernet/LAN Card tambahan 1 buah
License Mikrotik OS Level 4
3. Beda Sistem Operasi Server dan PC
Sistem operasi jaringan atau sistem operasi komputer yang dipakai sebagai server dalam jaringan komputer hampir mirip dengan sistem operasi komputer stand alone (PC), bedanya hanya pada sistem operasi jaringan, salah satu komputer harus bertindak sebagai server bagi komputer lainnya. Sistem operasi dalam jaringan disamping berfungsi untuk mengelola sumber daya dirinya sendiri juga untuk mengelola sumber daya komputer lain yang tergabung dalam jaringan.
Sistem operasi harus diinstal ke dalam komputer agar dapat berfungsi dengan baik. Dalam instalasi sistem operasi jaringan terdapat beberapa mode pilihan yang disediakan yaitu berupa mode text dan mode grafik. Instalasi sistem operasi berbasis text merupakan salah satu mode instalasi sistem operasi komputer dengan tampilan text.
Mode text digunakan jika spesifikasi hardware komputer yang akan diinstal mempunyai spesifikasi yang rendah. Metode instalasi berbasis text akan mempercepat proses instalasi Metode instalasi sistem operasi berbasis text sering digunakan untuk mempercepat proses instalasi walaupun dengan tampilan yang kurang menyenangkan. Biasanya untuk spesifikasi komputer yang sederhana dibanding dengan sistem operasinya akan menggunakan metode berbasis text.
4.Contoh SO pada PC dan SO pada server
Contoh sistem operasi pada PC adalah :
Sistem operasi-sistem operasi utama yang digunakan komputer sistem umum (termasuk PC, komputer personal) terbagi menjadi 3 kelompok besar:
1. Keluarga Microsoft Windows - yang antara lain terdiri dari Windows Desktop Environment (versi 1.x hingga versi 3.x), Windows 9x (Windows 95, 98, dan Windows ME), dan Windows NT (Windows NT 3.x, Windows NT 4.0, Windows 2000, Windows XP, Windows Server 2003, Windows Vista, Windows Server 2008, Windows 7 (Seven) yang dirilis pada tahun 2009, dan Windows 8 yang akan dirilis pada tahun 2012 atau lebih lambat)).
2. Keluarga Unix yang menggunakan antarmuka sistem operasi POSIX, seperti SCO UNIX, keluarga BSD (Berkeley Software Distribution), GNU/Linux, MacOS/X (berbasis kernel BSD yang dimodifikasi, dan dikenal dengan nama Darwin) dan GNU/Hurd.
3. Mac OS, adalah sistem operasi untuk komputer keluaran Apple yang biasa disebut Mac atau Macintosh. Sistem operasi yang terbaru adalah Mac OS X versi 10.6 (Snow Leopard). Musim panas 2011 direncanakan peluncuran versi 10.7 (Lion).
Contoh sistem operasi server adalah Windows NT 3.51, dan dilanjutkan dengan Windows NT 4.0. Saat ini sistem yang cukup populer adalah Windows 2000 Server dan Windows Server 2003, kemudian Sun Solaris, Unix, dan GNU/Linux.
5.Fitur-fitur SO yang ada di server tapi tidak ada di SO PC
Sebuah sistem operasi pada server merupakan perangkat lunak yang mengendalikan jaringan dan pesan (misalnya paket) lalulintas dan antrian, control akses oleh beberapa pengguna untuk jaringan sumber daya seperti file, dan untuk menyediakan fungsi-fungsi administrative tertentu, termasuk keamanan.
Bagian atas 5 lapisan dari OSI Reference Model memberikan fondasi yang banyak pada jaringan berbasis system operasi.
Fiturnya antara lain : Dukungan dasar untuk mendukung hardware port. Fitur keamanan seperti otentikasi, otorisasi, login pembatasan, dan control akses. Nama layanan dan layanan direktori. File, mencetak, penyimpanan data, backup, dan replikasi layanan. Akses remote. Sistem Manajemen. Administrasi jaringan dan audit peralatan antar muka grafis. Clustering Capabilities. Serta toleransi kesalahan dan ketersediaan tinggi.
Pemeliharaan Perangkat Lunak
1.
Hidup dan matikan komputer sesuai prosedur yang benar. Pada sistem operasi Windows, lakukan selalu proses Shutdown sehingga saat menghidupkan kembali komputer tidak terjadi masalah dengan sistem operasi.
Hidup dan matikan komputer sesuai prosedur yang benar. Pada sistem operasi Windows, lakukan selalu proses Shutdown sehingga saat menghidupkan kembali komputer tidak terjadi masalah dengan sistem operasi.
2.
Gunakan program bantu anti virus. Dan secara berkala lakukan scanning terhadap file-file yang ada pada komputer sehingga kemungkinan keberadaan virus dapat terdeteksi lebih dini. Sebaiknya kurangi transfer dengan media disket.
Gunakan program bantu anti virus. Dan secara berkala lakukan scanning terhadap file-file yang ada pada komputer sehingga kemungkinan keberadaan virus dapat terdeteksi lebih dini. Sebaiknya kurangi transfer dengan media disket.
3.
Lakukan backup data secara berkala. Hal ini berguna untuk menjaga kemanan data, mengurangi penggunaan kapasitas media penyimpan dan memudahkan pendistribusian data jika dibutuhkan.
Lakukan backup data secara berkala. Hal ini berguna untuk menjaga kemanan data, mengurangi penggunaan kapasitas media penyimpan dan memudahkan pendistribusian data jika dibutuhkan.
4.
Untuk keamanan data gunakan selalu UPS dan Stavol agar jika sewaktu-waktu aliran listrik padam, masih ada cukup waktu untuk menyimpan pekerjaan lalu melakukan Shoot Down sesuai prosedur.
Untuk keamanan data gunakan selalu UPS dan Stavol agar jika sewaktu-waktu aliran listrik padam, masih ada cukup waktu untuk menyimpan pekerjaan lalu melakukan Shoot Down sesuai prosedur.
5.
Lakukan penataan disk (hard disk drive) secara rutin. Karena seperti telah diuraikan di muka, proses hapus tulis pada media penyimpan (hard diskdrive), mengakibatkan susunan atau struktur file menjadi tidak teratur. Gunakan program bantu seperti Scandisk dan Defrag.
Lakukan penataan disk (hard disk drive) secara rutin. Karena seperti telah diuraikan di muka, proses hapus tulis pada media penyimpan (hard diskdrive), mengakibatkan susunan atau struktur file menjadi tidak teratur. Gunakan program bantu seperti Scandisk dan Defrag.
6.
Sebaiknya tidak melakukan instalasi sistem aplikasi yang tidak dibutuhkan walaupun komputer masih mampu. Semakin padat sistem konfigurasi perangkat lunak pada sistem operasi, akan memperiambat kinerja komputer.
Sebaiknya tidak melakukan instalasi sistem aplikasi yang tidak dibutuhkan walaupun komputer masih mampu. Semakin padat sistem konfigurasi perangkat lunak pada sistem operasi, akan memperiambat kinerja komputer.
Software Perawatan Komputer
1. MSConfig
MSConfig merupakan program bawaan Windows yang bisa kita gunakan untuk menonaktifkan beberapa program yang berjalan saat startup. Karena program-program yang berjalan saat Windows startup, membuat waktu yang dibutuhkan komputer mejadi lama saat boot awal. Kita bisa mengakses msconfig lewat run dengan menekan tombol shortcut keyboard Win+R. Setelan jendela run tampil, dilanjut dengan mengetikkan msconfig. Maka akan tampil seperti gambar di bawah ini.
MSConfig merupakan program bawaan Windows yang bisa kita gunakan untuk menonaktifkan beberapa program yang berjalan saat startup. Karena program-program yang berjalan saat Windows startup, membuat waktu yang dibutuhkan komputer mejadi lama saat boot awal. Kita bisa mengakses msconfig lewat run dengan menekan tombol shortcut keyboard Win+R. Setelan jendela run tampil, dilanjut dengan mengetikkan msconfig. Maka akan tampil seperti gambar di bawah ini.
Kita lihat tampilan di atas, untuk menonaktifkan program yang berjalan saat startup kita tinggal membuang centang lalu klik Apply dan OK. Setelahnya akan tampil kotak dialog yang memerintahkan untuk me-restart komputer, kita pilih Restart atau Exit without restart jika kita akan me-restart-nya nanti. Disarankan agar menonaktifkan program yang kita tahu dan itu tidak penting untuk berjalan saat startup, jadi jika kita tidak tahu mending jangan dibuang tanda checklistnya. Gambar di atas ada beberapa yang penting yang saya biarkan berjalan saat startup. Inti dari penggunaan msconfig adalah untuk
mempercepat startup komputer.
2. Revo Uninstaller
Setelahkita mengatur startup, dilanjutkan dengan
meng-uninstall program yang tidak penting atau bahkan yang tidak berguna sama sekali. Kita uninstall dengan Revo Uninstaller agar program yang kita uninstall secara bersih tidak meninggalkan jejak pada sistem registri.
Untuk pembahasan lebih detail tentang Revo Uninstaller, silahkan menuju postingan uninstall program dengan Revo Uninstaller. Disana saya jelaskan juga
mengenai tutorial cara menggunakan Revo Uninstaller.
3. CCleaner
Langkah selanjutnya kita melakukan pembersihan file sampah dengan CCleaner. Jika ditinjau dari segi fungsi, software ini sangat penting keberadaanya pada sebuah komputer. Karaena CCleaner mampu membersihkan file temporary yang bisa
mengacaukan komputer kita dan membersihkan registry key yang baru saja dihapus
oleh Revo Uninstaller.
Disini kita tidak akan membahas CCleaner secara terperinci karena software ini tidak sulit untuk digunakan. Kita tinggal menekan tombol Analyze kemudian tekan Run Cleaner. Jika akan membersihkan registry, tinggal pindah tab Registry lalu tekan Scan for Issues dan bersihkan dengan menekan Fix selected issues.
4. Defraggler
Setelah semuanya selesai kita tinggal merapihkan, menata ruang hardisk agar file tertata dan tersusun berdekatan. Kita gunakan software Defraggler yang masih satu saudara dengan CCleaner. Saat kita melakukan defrag hardisk, hal ini tidak akan menghapus
fil-file kita, hanya menyusun agar file tertata dengan rapi. Karena saat tersusun dengan acak dan jarak antar-file semakin besar, maka proses akses file akan lambat.
Prosed defrag akan memakan waktu lumayan lama, tergantung dari besarnya file pada hardisk yang kita defrag.
PEMOGRAMAN
DASAR JAVA
KONSEP
ALGORITMA (cont-1)
Syarat-Syarat
Algoritma :
1.
Setiap
langkah harus DEFINITE (pasti, tertentu),
2.
dalam
algoritma terdapat instruksi-instruksi yang jelas dan tidak ambigu Minimum
memiliki 1 Output (input boleh tidak ada)
3.
Harus
ada stoping kriteria (bisa berhenti)
KONSEP
ALGORITMA (cont-2)
Jenis-jenis
Algoritma :
1. Sequence, instruksi dikerjakan
berurutan
2. Selection, instruksi dikerjakan
bila kriteria tertentu terpenuhi
3. Iteration, instruksi dikerjakan
selama memenuhi kondisi tertentu
4. Concurrent, mengerjakan banyak
instruksi secara bersama
STRUKTUR
ALGORITMA
- Teks algoritma berisi
deskripsi langkah-langkah penyelesaian masalah
- Tidak ada notasi yang baku
dalam penulisan teks algoritma seperti notasi bahasa pemrograman. Notasi yang
digunakan dalam menulis algoritma disebut notasi algoritmik
- Setiap orang dapat membuat
aturan penulisan dan notasi algoritmik sendiri, hal tsbt dikarenakan teks
algoritma tidak sama dengan teks program
- Notasi algoritmik bukan
notasi bahasa pemrograman, karena itu pseudocode dalam notasi algoritma
tidak dapat dijalankan oleh komputer
- Algoritma sebenarnya
digunakan untuk membantu dalam mengkonversi suatu permasalahan ke dalam
bahasa pemrograman
- Algoritma merupakan hasil
pemikiran konseptual, agar dapat dilaksanakan oleh komputer, algoritma
harus ditranslasikan ke dalam notasi bahasa pemrograman
STRUKTUR
ALGORITMA (Cont-1)
- PERNYATAAN
Setiap langkah dinyatakan dalam
sebuah pernyataan (Statement) / instruksi.
Sebuah pernyataan berisi aksi (action)
yang dilakukan.
Pernyataan > Pemroses >Aksi
Ex 1: Tulis “Hello, World”
--à pernyataan menggambarkan aksi
menulis pesan “ Hello, World”
Ex 2 : Pernyataan
Jika bulan =‘januari’ maka tulis “jumlah hari
=31”
--à terdiri 2 aksi,
aksi-1 : membandingkan
nilai variabel bulan dengan ‘januari’
aksi-2 : tulis pesan
‘jumlah hari=31’ jika perbandingan itu benar
Runtunan
(sequence)
q Memiliki 1 atau lebih pernyataan,
setiap pernyataan ditulis dalam 1 baris atau dipisahkan dengan tanda titik koma
(;)
q Tiap pernyataan dikerjakan secara
berurutan (sekuensial) sesuai dengan urutannya di dalam teks algoritma
q Instruksi dilaksanakan setelah
instruksi sebelumnya selesai
Ex
: Runtunan 5 buah penyataan S1, S2, S3,
S4, S5
Penjelasan
:
q
Pemroses melaksanakan pernyataan S1
q
Pernyataan S2 dilaksanakan setelah pernyataan
S1 selesai
q
Pernyataan S3 dilaksanakan setelah pernyataan
S2 selesai
q
Pernyataan S4 dilaksanakan setelah pernyataan
S3 selesai
q
Pernyataan S5 dilaksanakan dan selesai
berhenti setelah pernyataan S4 selesai
Pemilihan
(selection)
q Instruksi dikerjakan jika kondisi
tertentu dipenuhi
q Pernyataan ditulis dalam
pernyataan-pemilihan (selection statement) (if-then)
q Struktur pemilihan if-then hanya
memberikan 1 pilihan aksi bila kondisi dipenuhi (bernilai benar), tidak
memberikan pilihan aksi lain bila kondisi bernilai salah
If
kondisi then
aksi 1
else
aksi 2
Penjelasan :
- Bila kondisi terpenuhi aksi
1 akan dikerjakan, tetapi kalau tidak (kondisi salah), aksi 2 akan
dikerjakan
Pemilihan
(selection) cont-1
Ex
:
If lampu A nyala then
tekan tombol merah ß aksi 1
else
tekan tombol biru ß aksi 2
Penjelasan :
- Jika lampu A menyala, maka
aksi tekan tombol merah dilakukan, sebaliknya, aksi tekan tombol biru
dilakukan bila lampu A tidak menyala
Pengulangan
(repetition)
q Pengulangan memiliki 3 metode (repeat
N times, for, repeat-until, dan while)
q Struktur repeat N times
repeat N times
aksi
q Struktur for
for kondisi do
aksi
q Struktur repeat-until
repeat
aksi
until kondisi
Penjelasan :
Pengulangan
aksi dilakukan hingga kondi (persyaratan) berhenti terpenuhi
Pengulangan
(repetition) cont-2
q Struktur while
while kondisi do
aksi
Pengulangan
(repetition) cont-2
q Struktur while
while kondisi do
aksi
Example :
- repeat N times
aksi
Algoritma
tulis kalimat 100 kali :
repeat 100 times
Tulis “ saya berjanji tidak akan nakal dan
malas lagi” ß aksi
Example :
- for kondisi do
aksi
Algoritma
:
for i dari 1 sampai 100 do
Tulis “ saya berjanji tidak akan nakal dan
malas lagi” ß aksi
i
adalah pencacah pengulangan yang mencacah pengulangan dari 1 sampai 100
Pengulangan
(repetition) cont-3
Example :
- repeat
aksi
until kondisi
Algoritma
tulis kalimat 100 kali :
repeat
Tulis “ saya berjanji tidak akan nakal dan
malas lagi” ß aksi
until sudah 500 kali ß kondisi
Example :
- for kondisi do
aksi
Algoritma
:
for i dari 1 sampai 100 do
Tulis “ saya berjanji tidak akan nakal dan
malas lagi” ß aksi
i
adalah pencacah pengulangan yang mencacah pengulangan dari 1 sampai 100
Case
Study (1)
Mencari
data alam dan nomor telepon mahasiswa tertentu, dimana data yang diketahui NIM,
berikut data tabel mahasiswa :
|
NIM
|
NAMA
|
ALAMAT
|
TELEPONE
|
|
137920131
|
BEJO MUSIMAN
|
JL.ANGGERK 10
|
2507789
|
|
137920132
|
QODIR MUSLIHAT
|
JL.TUPAREV 20
|
4570000
|
|
137920143
|
MUMUN DIPSY
|
JL.JALAN 2013
|
4801556
|
Tinjau
entry pertama di dalam tabel
If
NIM pada entry tabel = NIM yang dicari then
ambil alamat dan telepon dari NIM tersebut
else
tinjau entry berikutnya di dalam tabel
if NIM pada entry tabel = NIM
yang dicari then
ambil alamat dan telepon dari NIM tersebut
else
tinjau entry berikutnya di dalam
tabel
if NIM pada tabel = Nim
yang dicari then
ambil alamat dan telepon dari NIM
tersebut
Case
Study (2)
Pengulangan
aksi dilakukan sampai ditemukan entry dari NIM yang dicari atau akhir tabel
sudah terlampaui
|
NIM
|
NAMA
|
ALAMAT
|
TELEPONE
|
|
137920131
|
BEJO MUSIMAN
|
JL.ANGGERK 10
|
2507789
|
|
137920132
|
QODIR MUSLIHAT
|
JL.TUPAREV 20
|
4570000
|
|
137920143
|
MUMUN DIPSY
|
JL.JALAN 2013
|
4801556
|
Algoritma
pencarian data di dalam tabel :
baca NIM yang dicari { misalkan NIM = X}
tinjau entry pertama tabel
repeat
if NIM pada entry tabel = X
then
tulis alamat dan telepon dari NIM X
tersebut
else
tinjau entry berikutnya di dalam
tabel
until NIM yang dicari sudah
ditemukan atau akhir tabel sudah terlampaui
Case
Study (3)
Pengulangan
aksi dilakukan sampai ditemukan entry dari NIM yang dicari atau akhir tabel
sudah terlampaui
|
NIM
|
NAMA
|
ALAMAT
|
TELEPONE
|
|
137920131
|
BEJO MUSIMAN
|
JL.ANGGERK 10
|
2507789
|
|
137920132
|
QODIR MUSLIHAT
|
JL.TUPAREV 20
|
4570000
|
|
137920143
|
MUMUN DIPSY
|
JL.JALAN 2013
|
4801556
|
Algoritma
pencarian data di dalam tabel :
baca NIM yang dicari { misalkan NIM = X}
tinjau entry pertama tabel
while NIM yang dicari belum ditemukan dan akhir
tabel belum terlampau do
tulis alamat dan telepon dari NIM X
tersebut
if NIM pada entry tabel = X then
ambil alamat dan telepon dari NIM
tersebut
else
tinjau entry berikutnya di dalam tabel
PENGGUNAAN DATA
DALAM ALGORITMA & KONSEP ALGORITMA
(Pseudocode,
Flowchart)
PSEUDO-CODE
v Pseudo-Code : deskripsi algoritma
dengan cara lebih terstruktur dibandingkan dengan menggunakan natural languange
tetapi tidak seformal programming language
v Notasi algoritmik yang baik
adalah notasi yang mudah dibaca dan mudah pula ditranslasikan ke dalam bahasa
pemrograman
v Notasi algoritmik berupa pseudo-code
mempunyai korespodensi dengan bahasa
pemrograman
v Tidak ada aturan baku membuat pseudo-code
v Ekspresi gunakan simbol
matematika
o Gunakan ß untuk assignment (pemberian nilai)
o Gunakan = untuk kesamaan
(pengujian nilai)
PSEUDO-CODE
(Cont-2)
v Deklarasi Metode :
o Algorithm name (param1, param2)
v Konstruksi pemrograman
o Decission Structure : if … then …[else…]
o While loops : while…do
o repeat loops :
repeat…until
o For loops : for…do
v Metode
o Calls : objectmethode (args)
v Gunakanlah Comment
PSEUDO-CODE
(cont-3)
Ex
:
Sebuah
pernyataan dalam notasi deskriptif : Tulis nilai x dan y
Maka
pseudo-codenya :
println (“x,y ”) ; ß Bahasa Java
| write (x,y) ß algoritmik
Ex
:
Sebuah
pernyataan dalam notasi deskriptif :
Ex
:
Sebuah
pernyataan dalam notasi deskriptif :
Isikan
nilai x ke dalam min
Maka
pseudo-codenya :
min
= x; ß Bahasa Java |
min ß
x (algoritmik )
PSEUDO
-CODE (Cont-3)
Ex
:
Algoritma
menulis “ Hallo STMIK IKMI” :
Pseudo-Code
:
Program
HalloSTMIKIKMI
{
program untuk mencetak “HalloSTMIKIKMI”
masukan : -
keluaran : string ‘Hallo STMIK IKMI’
}
Deklarasi
{tidak ada}
Algoritma
:
Write (“ Hallo STMIK IKMI”)
Translasi
ke Programming Language Java
Public
class HalloSTMIKIKMI {
public static void main (String [] args) {
System.out.println (“Hallo STMIK
IKMI); ß keluaran
}
}
Struktur
Teks Algoritma
Teks
Algoritma disusun oleh 3 Bagian (Blok) :
1. Bagian Judul (header)
2. Bagian Deklarasi (declaration)
3. Bagian Algoritma
PROGRAM Nama Program
{
Penjelasan tentang algoritma, yang berisi uraian singkat mengenai masalah apa
yang akan diselesaikan, termasuk masukan dan keluarannya}
DEKLARASI
{
semua nama yang dipakai, meliputi nama tipe, nama konstanta, nama peubah, nama
prosedur dan nama fungsi diumumkan disini}
ALGORITMA
{
berisi langkah-langkah penyelesaian masalah}
Struktur
Teks Algoritma (Cont-2)
Teks
Algoritma disusun oleh 3 Bagian (Blok) :
1. Bagian Judul (header)
Ex
:
2. Bagian Deklarasi (Declaration)
Ex:
DEKLARASI
Input
ß suhu
double celcius, fahrenheit;
3. Bagian Algoritma
Ex:
ALGORITMA
suhu fahreinheit ß print
fahreinheit
ß input double
celcius
= (5.0/9.0)*(fahreinheit-32)
celcius
ßprint
Struktur
Teks Algoritma (Cont-4)
Teks
Algoritma disusun oleh 3 Bagian (Blok) :
1. Bagian Judul (header)
Ex
:
2. Bagian Deklarasi (Declaration)
Ex:
DEKLARASI
Input
ß nilai
Integer
nilai;
3. Bagian Algoritma
Ex:
ALGORITMA
If
nilai (>=75)
Lulus ß print
Else
Tidak Lulus ß print
Langganan:
Komentar (Atom)
